25/11/2017
Senin, 25 Maret 2012 | 20:16
life & style - st05

Tren Kuliner Daging Anjing di Thailand

Tren Kuliner Daging Anjing di Thailand

 

Pialang News - Beruntunglah Anda pemilik anjing di Indonesia. Di Thailand sana, pemilik anjing mulai ketar-ketir. Alasannya, jumlah anjing di sana, baik itu anjing peliharaan maupun anjing jalanan, diketahui semakin menurun tajam. Anjing-anjing itu diburu.

Mengapa bisa begitu? Ternyata tak jauh dari faktor pemuas manusia, yakni makanan. Pemerintah setempat mencatat lebih dari dua ribu anjing di Asia Tenggara telah disita dalam enam bulan terakhir. Setidaknya seperempat hewan yang dicuri itu adalah hewan peliharaan. Nasib mereka satu, harus berakhir di meja makan malam.

Anjing dianggap sebagai makanan paling lezat di Vietnam dan China. Tak heran, permintaan akan mereka, diperkirakan akan semakin meningkat.  

Karena itu, pihak berwenang di Thailand memperingatkan bahwa setiap anjing harus memiliki kandang yang cocok dan aman.  Hal ini dilakukan setelah semakin banyaknya anjing hilang, kemudian berlari ke  jalanan sebelum akhirnya diangkut ke luar negeri.

Seperti anjing bernama Tao Tao, milik Sompong Lertjitcharoenboon,  yang dicuri sebelum Natal, atau sebulan  sebelum Tahun Baru China. Saat itu,  permintaan daging anjing memang meningkat tajam.

“Kami kehilangan dia setelah pertunjukan kembang api. Saya pikir dia hanya takut dan akan kembali. Kami selalu terbangun di tengah malam setiap kali kami mendengar anjing menggonggong,” terang Sompong, seperti dikutip BBC, pekan lalu.

Setelah berminggu-minggu berlalu, Sompong dan istrinya pun harus berjiwa besar. Mereka harus menerima jika Tao Tao tidak akan kembali. Hal ini disadari setelah mereka menyaksikan televisi Thailand yang menyiarkan sebuah truk yang sarat dengan 800 anjing berdesakan dalam kandang. Kendaraan itu dihentikan, karena mencoba menyeberangi perbatasan ke Laos.

Bus itu berada di Nakhon Phanom, tempat Kapten Angkatan Laut Thailand , Teerakiet Thong-Aram melakukan patroli untuk mencegah penyelundupan anjing dan obat yang melintasi Sungai Mekong.

“Daging Anjing tidak populer di Laos. Ini hanya sebuah jalan pintas.  Ini adalah cara termudah untuk penyelundupan,” urainya. Dia menjelaskan bahwa tujuan yang direncanakan untuk hewan itu adalah  Vietnam atau China.

“Orang-orang di sekitar sini membayar 300-400 baht (Rp100 ribu) untuk anjing,” tambahnya.

Anjing dengan bulu gelap dihargai lebih tinggi ketimbang yang lainnya. Kulit anjing jenis ini dinilai sangat berharga, dan rasanya pun lebih lezat.

Meski tempat truk yang disita berjarak jauh sekitar 600 km dari tempat Tao Tao menghilang. Tapi bagi Sompong, hal itu merupakan secercah harapan. Dia segera membuat rencana untuk berangkat ke kota Buriram, tempat penampungan yang baru saja  dibentuk untuk menangani anjing yang berhasil diselamatkan.

Di sana, sudah ada lebih dari dua ribu hewan, mulai dari pudel hingga bermacam-macam koleksi anjing lainnya.  Banyak dari mereka diculik untuk perdagangan makanan. Kepala dokter hewan di penampungan, Paisarn Pattanadejkul, mengaku teringat jelas dengan  kunjungan Sompong yang sangat emosional.

“Dia (Sompong) kembali membawa anjingnya dalam pelukannya,” katanya. “Istrinya berkata,"Apakah itu Tao Tao?, dan ia tidak bisa menjawabnya karena dia menangis begitu sedih,” terangnya.

Menurut Paisarn, ratusan orang datang ke Buriram dengan harapan menemukan anjing mereka yang hilang. Sayangnya, hingga saat ini,  Tao Tao adalah satu-satunya anjing yang berhasil ditemukan dan  bersatu kembali dengan pemiliknya.

“Saya merasa sangat senang, tetapi juga sangat sedih, ketika melihat kondisinya yang buruk. Dia tidak seharusnya seperti ini,” urai  Sompong sambil menangis.

Lalu, adakah cara agar bisa menghentikan penculikan para anjing ini? Sayangnya, jawabannya hampir tidak mungkin. Kapten Teerakiet yang menyebut kegiatan ini sebagai ‘industri miliaran baht’ hampir tidak mungkin ditindak di bawah hukum Thailand yang ada.

Sebab, di Thailand,  meski mencuri hewan peliharaan memang ilegal, tetapi mengumpulkan anjing liar dan memasukkan mereka ke dalam kandang bukanlag kegiatan ilegal. Selain itu, kekejaman terhadap hewan juga tidak dilarang, sehingga hukum hanya bisa berlaku saat dilakukan usaha untuk menyelundupkan anjing keluar dari Thailand. 

Dibaca : 900 kali
INVESTOR PIALANG Social Media :