26/07/2014

Bapepam-LK Terus Rangsang Pertumbuhan Sukuk Di Dalam Negeri

Senin, 15 April 2012 / derivative / st02
Bapepam-LK Terus Rangsang Pertumbuhan Sukuk Di Dalam Negeri

 

Pialang News - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) terus berupaya merangsang pertumbuhan instrumen investasi surat utang berbasis syariah (Sukuk). Salah satu caranya adalah dengan merevisi aturan IX.A.14 terkait Akad-Akad Yang Digunakan Dalam Penerbitan Efek Syariah. 
 
Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Bapepam-LK, Etty Retno Wulandari, mengatakan hal tersebut dalam konferensi persnya kepada wartawan, akhir pekan lalu. Revisi aturan tersebut adalah penambahan dua akad yang dapat digunakan perusahaan dalam menerbitkan sukuk korporasi. 
 
"Sehingga diharapkan adanya revisi aturan tersebut dapat menerbitkan alternatif perusahaan dalam menerbitkan sukuk korporasi. Selain itu kami juga berharap akan semakin banyak perusahaan yang menerbitkan sukuk dengan mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) namun sampai dengan saat ini baru ada satu emiten yang sudah menyatakan ketertarikan menerbitkan sukuk ini, (PT Mayora Indah Tbk - MYOR)," tambahnya  
 
Menurut Etty, revisi aturan tersebut ditargetkan sudah selesai dan dapat diterbitkan di semester I-2012. Sampai dengan sekarang, total penerbitan sukuk korporasi berjumlah 48 penerbitan dengan nilai emisi (outstanding) sebesar Rp 7,8 triliun. Bapepam-LK sendiri optimis penerbitan sukuk korporasi di tahun ini akan lebih banyak ketimbang tahun lalu karena ditopang oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. 
 
"Jadi bagi perusahaan Indonesia lebih menarik untuk menerbitkan sukuk ketimbang instrumen obligasi konvensional. Saat ini sudah ada lima emiten yang berniat menerbitkan sukuk di tahun ini dengan total emisi sebesar Rp 2 triliun," ungkap Etty. 
 
Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, kelima perusahaan tersebut adalah MYOR, PT Indosat (Persero) Tbk (ISAT), PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Bank Muamalat.
 
Adapun untuk meramaikan penerbitan surat utang pemerintah berbasis syariah, regulator bersama dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan (DJPU) juga tengah membahas untuk menerbitkan sukuk ritel indonesia (sukri) di tahun ini.  
Dibaca : 272 kali
INVESTOR PIALANG Social Media :