25/11/2017
Sabtu, 19 Juni 2015 | 14:42
macro - investor pialang

Forum dai Imbau Warga Pondok Kacang Timur Tidak Terprovokasi

Forum dai Imbau Warga Pondok Kacang Timur Tidak Terprovokasi

Tangerang, INVESTORPIALANG - Forum ulama yang tergabung dalam forum silaturrahmi majelis taklim dan forum dai kreatif (Fordatif) meminta warga Pondok Kacang Timur tidak terhasut langkah provokasi yang dilakukan oknum warga untuk melakukan keributan dan mengotori kesucian bulan ramadhan. Permintaan tersebut terkait dengan peristiwa dua hari lalu dimana hampir terjadi amuk massa di Pondok Kacang terhadap seorang ustadz, yaitu ustadz Murdimin yang juga pegawai negeri di Kementerian Agama Jakarta Barat.

 

”Peristiwa ini awalnya hanya sebuah kesalahfahaman, namun karena ada hasutan dan penggerakan massa nyaris terjadi amuk masa di Pondo Kacang”,kata Ketua Fordatif Kiai AM Saeroji.

 

Menurut Saeroji, awal mulanya persitiwa bermula dari pembangunan asrama yatim yang sedang dilakukan Yayasan Islam Bani Murida di Jalan Msholla Ar Rahman Pondok Kacang Timur kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan.

 

Selaku ketua yayasan ustadz Murdimin berinisiatif membuat proposal untuk meminta dukungan donator ikut membiayai pembangunan asrama yatim tersebut. Sayangnya dalam pencantuman warga yang tergolong duafa dan anak yatim pihaknya melakukan kesalahan tanpa konfirmasi lebih dahulu. Kesalahfahaman tersebut sudah dibicarakan dalam forum musholla dan sudah terjadi saling maaf-maafan antara ustadz Murdimin dengan warga. Namun ketika sampai rumahnya, tiba-tiba ratusan orang sudah hadir di rumah ustadz dan nyaris melakukan amuk massa di rumah ustadz.

 

Damai

Penjelasan senada diungkapkan sesepuh warga Pondo Kacang Haji Parno yang juga mertua ustadz Murdimin. Menurut Parno, sebenarnya tadi malam sudah ada perjanjian damai antara masyarakat dengan pihak yayasan yang di wakilkan anaknya selaku istri ustadz Murdimin.

 

Parno baru sadar bahwa terjadi politisasi kasus tersebut, saat ada pihak yang memperbanyak foto copy proposal dan disebarkan ke masyarakat. Bahkan ketika mereka selesai berdialog di musholla dan kemudian ada ratusan kerumunan massa mendatangi rumah menantinya pihaknya baru sadar telah terjadi aksi politisasi.

 

“Saya tahu ada aktor intelektual dibelakang layar dan ada aktor di lapangan yang menggerakan massa. Ini juga terdeteksi sama pihak kepolisian,”Kata Parno.

 

Parno menyatakan, dirinya harus ngomong ini biar masalahnya jelas.” Saya akui menantu saya melakukan kesalahan dengan salah memasukkan data orang. Namun ia kan sudah minta maaf. Pokoknya udah terampun-ampun deh. Tapi tidak dimaafkan.Ada apa ini?” kata Parno. Padahal pezinah yang sudah melakukan perselingkuhan berkali-kali bisa dimaafkan. Ini kok salah Cuma mencatat data orang sangsinya bisa seperti ini. Pake disuruh keluar dari kampung pondok kacang. "Ini khan zhalim. Sama saja dia menceraikan anak saya dengan suaminya" kata Haji Parno.

 

Menurut Parno, Pihaknya tidak rela kampung tempat kelahirannya dirusak oleh orang yang punya syahwat politik tidak jelas. “Coba kalau kemarin terjadi kerusuhan. Itu actor intelektual harus bertanggung jawab ke nenek moyang saya yang asli situ, kok kampung dibikin rusuh kayak gitu. (ies)

Dibaca : 793 kali
INVESTOR PIALANG Social Media :