26/04/2018
Rabu, 02 Mei 2012 | 17:58
market - st02

Broker Minta Regulator Diskusi Sebelum SE Penyelesaian Kendala RDN Diterbitkan

Broker Minta Regulator Diskusi Sebelum SE Penyelesaian Kendala RDN Diterbitkan
Bursa Efek Indonesia (IST)

 

Broker Minta Regulator Diskusi Sebelum SE Penyelesaian Kendala RDN Diterbitkan

PIALANGNEWS, Jakarta – Perusahaan efek anggota bursa meminta kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk berdiskusi terlebih dahulu sebelum menerbitkan surat edaran yang mengatur tentang dana nasabah yang belum tersimpan di Rekening Dana Nasabah (RDN). Sehingga tidak ada kendala dalam pelaksanaannya.

Hal tersebut dikatakan Direktur PT Evergreen Capital, Rudy Utomo, saat ditemui wartawan di acara Investor Day 2012, Rabu (2/5/2012). Menurut Rudy yang juga merupakan Sekertaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) ini, pendiskusian tersebut dilakukan karena ada salah satu perusahaan efek yang memiliki dana tak tersimpan di RDN ini yang mencapai Rp 10 miliar.

“Perusahaan efek yang memiliki dana tak tersimpan di RDN ini akan terbebani jika masih ada dana yang menjadi faktor pengurang Modal Kerja Bersih Disesuaikan setelah Surat Edaran diterbitkan. Mungkin perlu ada pembicaraan antara regulator dengan pelaku industri terlebih dahulu,” jelas Rudy.

Padahal, lanjut Rudy, sebaiknya nasabah yang memiliki dana tak tersimpan di RDN ini harus segera melaporkan kepada perusahaan efek yang bersangkutan. Pasalnya jika dana tersebut tetap tersimpan di rekening milik Kustodian Sentral Efek Indonsia (KSEI), maka investor tidak akan mendapatkan keuntungan sepeserpun.

“Sebelumnya jika nasabah menyimpan dananya di rekening sekuritas terdahulu (rekening QQ), maka nasabah akan mendapatkan bunga yang lebih tinggi dari deposito. Tentunya harus sesuai izin antara nasabah dengan sekuritas,” jelas Rudy.

Sebelum penerapan pemisahan rekening efek dan dana nasabah, ketika nasabah sekuritas sepakat untuk menerima bunga atas dana yang tersimpan di rekening QQ, maka pihak sekuritas juga akan memperoleh keuntungan atas dana pinjaman yang diberikan oleh nasabah.

“Pihak sekuritas kemudian mengalihkan dana tersebut ke beberapa hal, misalkan menggunakan dana nasabah untuk memberikan fasilitas margin kepada nasabahnya yang lain,” jelas Rudy.

Selain itu, lanjut Rudy, jika nasabah menyimpan asetnya bukan dalam bentuk dana melainkan efek, jika nasabah yang bersangkutan belum memisahkan sub rekening efeknya maka nasabah tersebut tetap tidak memperoleh keuntungan sepeserpun karena tidak bisa melakukan transaksi.

“Makanya nasabah-nasabah ini harus segera menghubungi sekuritasnya agar nasabah tetap memperoleh keuntungan, namun dananya tidak menjadi faktor pengurang MKBD sekuritas,” jelasnya.  

Saat ini, Rudy juga mengatakan pihaknya bersama dengan anggota bursa lainnya tengah melakukan pembicaraan dengan vendor dari masing-masing sekuritas terkait penyelesaian permasalahan yang ada dalam penerapan pemisahan Rekening dana dan efek nasabah.

Seperti diketahui, salah satu kendala dalam penerapan pemisahan rekening dana dan efek nasabah adalah tercampurnya dana antara nasabah yang satu dengan nasabah yang lain di sekuritas yang berbeda. Bapepam-LK bersama dengan APEI sendiri telah membentuk gugus tugas (task force) untuk penyelesaian permasalahan ini.

“Tim task force rencananya akan menyampaikan kepada seluruh anggota bursa solusi dari pemasalahan tersebut sebelum penerapan otomatisasi sistem pasar modal Indonesia (straight through processing) pada Juni 2012 mendatang,” tutup Rudy. 

Dibaca : 462 kali